Perdana Potong Rambut di Roma. Alhamdulillah Gratis!

February 21, 2022

Minggu lalu Instagram saya ramai dipenuhi komentar dan emoji reaction dari teman-teman. Mereka kaget dengan gaya rambut baru saya yang tiba-tiba cepak. Dari yang panjang sampai punggung, mendadak mirip karakter Dora Explorer hehe. Bahkan ada salah satu teman saya bilang, kalau saya mengambil keputusan yang terlalu berani. Well, memang iya. 

Saya biasanya potong rambut saat pulang ke Indonesia. Terakhir saya pulang kampung waktu awal pandemik, dari bulan Maret sampai Juli 2020. Dalam kurun waktu 5 bulan di Indonesia, saya sudah 2 kali potong rambut. Dan terakhir kali saya ke salon, saya tanya sama hairdresser, cocok tidak ya kalau saya potong asimetris bob? Saat itu dia bilang kalau saya cocok dengan model rambut asimetris bob, asalkan saya percaya diri dengan rambut pendek. Nah, sampai sini saya mikir, karena saya orangnya kurang percaya diri. Jadi setiap keluar salon atau potong rambut hasil potongan saya tidak pernah neko-neko. Yang standar dan aman-aman saja. Yang penting dikasih layer :)

Panjang rambut sebelum dipangkas. Panjang banget kan?
Fotografi Dok. Listyan Putri

Setelah satu tahun, tepatnya musim panas 2021 lalu, rambut saya mulai rontok. Dari yang awalnya sedikit, lama-lama jumlah rambut rontoknya cukup bikin stres. Apalagi lagi musim panas di Eropa suhunya bisa mencapai 35°C. Jadi kalau punya rambut panjang, lumayan repot karena gerahnya dobel. Akhirnya sekitar di Bulan Juli saya berniat untung potong rambut di sini (Roma, red).

Tidak lama, saya dapat pesan dari seorang laki-laki, yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Dia menghubungi saya karena melihat profil di sosial media yang saat itu saya masih berambut panjang. Yang mana foto itu saya tampilkan dengan tone hitam putih. Di situ memang rambut saya terlihat cukup sehat dan bisa dibilang cukup berkilau. Iya dong, saya ambil foto itu setelah rambut saya dipotong sama ibu di rumah, fotonya juga menghadap taman dan diedit. Jadi pencahayaannya pas dan terlihat alami.

Singkat cerita, si pria asing ini, sebut saja namanya Sav, tertarik dengan rambut saya. Katanya sih dia supplier untuk hair extension salon. Lalu dia meminta saya mengirim foto rambut dari belakang. Yang kemudian, dia buatkan penawaran. Seperti layaknya penjual dan pedagang, kami pun saling tawar menawar. Saya tawar harga sekian, dia tawar sekian asalkan saya mau dipotong sesuai yang dia mau. Setelah kami sepakat soal harga dan waktu potong rambut, eh dia tidak kunjung datang. Hilang begitu saja tidak ada kabar. Saya pun sejenak melupakan niat untuk memotong rambut pendek. 

Enam bulan kemudian, Sav menghubungi saya lagi. Ia tidak peduli dengan kabar saya atau sekadar basa basi. Dengan polosnya pria asal Calabria ini menanyakan apakah rambut saya masih panjang atau tidak. Ternyata selama 6 bulan kemarin dia mencari kontak saya yang sempat hilang dari device-nya. Misi Sav kali ini masih sama, yakni memangkas rambut saya sependek mungkin. Setelah lagi-lagi kami membuat penawaran baru, datanglah Sav ke apartemen dengan seperangkat alat cukur dan alas rambut. 

Sebelumnya saya juga meminta salah seorang teman untuk ikut datang ke apartemen. Yah, takut juga kalau ada orang lain masuk ke rumah, laki-laki, bawa gunting pula. Begini nih kalau kebiasaan nonton film thriller, pikirannya suka melanglang terlalu jauh.

Selama proses potong rambut, saya tidak banyak komplain. Duduk manis sambil memandang cermin di depan saya. Meski pandangan saya cukup kabur karena saat itu tidak memakai kacamata, saya tidak sabar ingin melihat diri saya yang baru dengan model yang cukup berani ini. 

Tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 15 menit saya pun tampil dengan rambut baru. Sebelumnya saya dihantui banyak pikiran, kalau-kalau nanti saya menyesal tidak lagi berambut panjang. Atau menyesal karena potongan tidak sesuai yang diinginkan, karena terlalu pendek mungkin. Tapi hari itu, tidak ada rasa penyesalan sama sekali dalam diri saya. Saya malah tidak sabar ingin keluar rumah dengan rambut baru.

Komentar terheboh 1 :)
Fotografi Dok. Listyan Putri


Komentar terheboh 2 :))
Fotografi Dok. Listyan Putri
Komentar terheboh selanjutnya :)))
Fotografi Dok. Listyan Putri

Salah satu mantan flatmates saya telah mengetahui rencana ini sejak musim panas. Ia menjadi orang yang paling lantang menolak saya berambut pendek. Katanya, rambut saya bagus, sayang kalau dipotong. Tapi dua hari setelah saya potong rambut, dia menghubungi saya lewat whatsapp. Intinya dia ingin menanyakan apakah rambut saya sudah beneran dipotong. Dan mengejutkan, teman saya ini mengapresiasi rambut baru saya. Begitu pula teman-teman di apartemen. Tentunya di awal mereka kaget dengan rambut cepak saya. Tapi setelah melihat Putri dengan model rambut baru mereka tidak komplain sama sekali. Terlebih lagi setelah mereka tahu kalau saya dibayar oleh Sav. 

Rambut baru siap menyongsong masa depan yang cerah di tahun macan :D
Fotografi Dok. Listyan Putri

Lalu berapa imbalan yang saya dapatkan dari potong rambut ini? Hmm, lebih dari cukup untuk orang-orang seperti saya yang tidak peduli mau rambut panjang atau pendek. Bagi bag lovers, cukuplah buat beli Tory Burch atau 2 sling bag Furla di Italy. Ingat ya Furla, bukan Gucci hehe. Adakah yang tiba-tiba tertarik potong cepak setelah lelah berambut panjang?

--

Roma, 11 Februari 2022



You Might Also Like

0 comments

Subscribe