Huru Hara Tiket Promo

March 18, 2018

Sunset di White Sand Dunes, Vietnam


Perjalanan ini sejatinya saya lakukan di awal Oktober tahun 2017 lalu. Basi yah? Banget! Hutang cerita trip tahun lalu aja belum lunas kebayar, tapi udah rencanain trip lagi di tahun ini. Duh. Jadi karena kemarin ketemu temen masih ada yang nanyain ke Vietnam ngapain aja, kemana aja di Kamboja, beli apa, nginep dimana, habis berapa, lama-lama lelah juga kalau kalau harus menguraikan cerita yang sama berulang kali. Semakin kesini kalau ditanya orang tentang trip kemarin jujur udah mulai lupa. Dan akhirnya kesampaian juga nulis disini, biar kalo ada yang tanya tinggal share link tulisan ini. Simpel kan.

Perjalanan kemarin itu sebenarnya di luar rencana saya dan suami. Benar-benar spontan, enggak pakai mikir, apalagi riset. Ini gara-gara Air Asia ngadain promo tengah malam. Dan jadilah suami kelabakan (baca : maruk) waktu liat tiket yang super duper murah. Fyi, kita hunting dari Maret di tahun 2017 untuk terbang di bulan Oktober di tahun yang sama. Kami berdua sebenarnya punya destinasi impian untuk pergi berdua. Tapi masih dipikir-pikir lagi kalau ke sana di bulan Oktober ke atas pasti udah mulai hujan. Main di pantai kalau musim hujan apa enaknya coba? Jadilah iseng-iseng kita hunting tiket saat itu tanpa rencana.

Awalnya suami ngajakin ke Thailand. Doi pengin shopping. Saya cuma mengernyitkan dahi. Kenapa dia yang pengen belanja padahal harusnya saya yang lebih heboh kalau urusan belanja. Jelas saya menolak usulan suami. Buat saya pergi ke luar negeri kalau ujung-ujungnya belanja ya enggak ada yang menarik. Tapi doi tetep kekeuh pengen ke Thailand. Kali ini ia coba menguraikan alasannya : mau buka PO oleh-oleh! Pengin tepok jidat ga sih lo?

Rute perjalanan (ekspektasi)

Perdebatan semakin panjang, sementara waktu promo semakin terbatas. Hingga akhirnya pukul 4 subuh kita pun menemukan titik terang kemana kita harus pergi. Vietnam! Kenapa Vietnam? Coba deh buka peta Asia Tenggara, negara mana yang bersebelahan langsung dengan Thailand kalau bukan Kamboja dan Malaysia. Lalu Vietnam? Buat saya perjalanan yang seru adalah perjalanan yang engga dipikir serius (ini pembelaan seorang istri), jadi biar adil bisa ke Thailand, pilihannya cuma dua, berangkat ke Malaysia atau Vietnam. Akhirnya dengan penuh keyakinan kita booked tiket ke Vietnam. Mau ngapain di sana? Ada apa aja di sana? Belum tahu hahaha.

Rute perjalanan (realita)

Setelah selesai menentukan destinasi pertama, peta IndoChina kembali dibuka. Jadi secara teori, untuk bisa sampan Thailand, dari Jakarta kita terbang ke Vietnam, kemudian melewati Kamboja, baru setelah itu turun ke Thailand. Mudah. Yang kemudian jadi pertimbangan kita mau berapa hari berkelana di sana dan pulang dari mana? Karena hal itu sangat-amat berkaitan dengan anggaran. Untuk melintasi 3 negara, kita hitung dengan rumus kira-kira 7 hari cukup.

Akhirnya dapet tiket murah ke Vietnam


Saking semangatnya doi ampe typo tulis nama depan istrinya --"

Lalu berburulah tiket pulang dari Bangkok, Thailand. Dan lagi-lagi suami berusaha improvisasi rencana dengan memilih pulang dari Malaysia. Total perjalanan untuk 4 negara kira-kira 10 hari. Saya pikir-pikir lagi donk, ke Thailand-Malaysia naik apa yang seru, cape apa engga. Di saat yang bersamaan  suami bertugas mencari tiket pulang KL-Jakarta. Dan bertemulah promo pesawat Malindo Air seharga Rp 200ribuan/orang. Makin ngebet si suami, sementara saya masih mikir lama. Banyak pertimbangan (baca : pasti bakalan boros bangettt) buat saya, extend 3 hari itu sama artinya kita akan menambah pengeluaran, dan kereta (sleeper train) Thailand-Malaysia saat itu harganya dibanderol Rp 500ribuan/orang.

Karena dari trip 3 negara sebelumnya bisa diprediksi kita akan banyak menghabiskan waktu bermalam di kendaraan, bukan penginapan, apalagi ditambah 4 negara. Ada keragu-raguan juga dari suami yang hingga detik ini masih berstatus sebagai pegawai kantoran. Trip 10 hari artinya waktu cuti yang bakal dia ajuin sekitar 12 hari. Katanya sih dia masih punya banyak tabungan cuti. Akhirnya setelah kita pikir secara akal sehat, boleh juga sih pulang dari KL (lah gimana sih :D) dan diklik-lah tiket promo itu. Tapi, saat kita refresh homepage, tiket promo Malindo itu lenyap begitu saja. Agak sedih sih. Tapi dari situ kita sama-sama mengambil hikmah, gak boleh boros. Mungkin bisa dicoba lagi di lain kesempatan. *pantang menyerah anaknya :p

Tiket pulang dari Bangkok sudah di tangan

Perburuan pun berlanjut, dengan mencari tiket pulang. Karena pulang lewat Malaysia gagal, kita pun berburu tiket pulang dari Thailand. Masih dengan maskapai yang sama, Air Asia, kita dapat tiket untuk pulang seharga 118.36 USD (sekitar Rp 1,5 jutaan untuk 2 orang). Sedangkan tiket berangkat menuju Vietnam kita cukup sukses dapat tiket yang affordable seharga Rp 900ribuan untuk 2 orang juga haha.

Jadi kalau ada yang tanya kemarin disana habis berapa, kita berdua bisa jawab cepat Rp 2,4 juta PP untuk 2 orang. Yippieee. Angka itu adalah total biaya perjalanan via pesawat dari Jakarta (berangkat) -- Ho Chi Minh City (Vietnam) -- Bangkok (Thailand/pulang). Belum termasuk tetek bengek transportasi pindah negara, makan, penginapan apalagi oleh-oleh. Overall, kita belum begitu sukses berburu tiket promo, nilainya masih 7/10. Kita masih mau coba peruntungan lagi di lain kesempatan. Buat kalian yang berencana liburan hemat berazaskan tepat guna sasaran, silahkan tengok website maskapai Air Asia, Scoot atau Jet Air di awal tahun. Umumnya sih mereka kasih harga promo di bulan Januari-Maret untuk terbang di tahun yang sama. Dan buat yang mau contek itinerary kita selama trip singkat di Vietnam, tunggu di postingan berikutnya ya.

Have a nice day!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe