Resolusi di Tahun Ini : Nulis Blog (lagi)

October 29, 2017

Akhirnya nulis blog ini lagi, setelah 'dicampakkan' hampir 4 tahun lamanya. Ibarat orang pacaran, ya ujung-ujungnya balikan lagi sih. Tapi dalam kurun waktu 4 tahun itu saya tidak secara total berhenti menulis. Entahlah, seberapa jauh saya menghindari tulisan, rejeki saya justru banyak datang dari kata-kata yang saya rangkai ini.

Setelah menikah di awal 2016, saya sempat membuat blog yang dikhususkan untuk kehidupan saya dan suami yang suka 'jalan'. Namanya Ranapena. Jeleknya, kita enggak ada yang mau nulis. Maunya foto-foto pas liburan aja. Padahal beberapa tempat seru udah sempat kita datangin. Tapi balik lagi, hangat suam kuku. Hangatnya bentaran banget, padahal manasinnya lama. Akhirnya saya membuat tulisan perdana di libur Idul Adha 2016. Setelah itu masih ada tulisan lagi kok, tapi karena saya sibuk utak atik template-menu-gagal, males lagi nulisnya. Menyesalnya ya baru sekarang ini.

Tapi akhirnya saya balikan lagi dengan blog ini. Kalau belum banyak yang tahu, saya punya blog ini waktu masih kuliah. Tahun persisnya lupa, mungkin 2010-2011. Tahun-tahun Raisa baru mulai upload Serba Salah di Youtube dan belum hits kaya sekarang. Raisa-nya udah hits, tapi postingan saya masih segitu-gitu aja di blog ini. Hehe.

Foto Moorea Seal


Resolusi adalah alasan kenapa saya akhirnya memutuskan nulis di sini. Saya terbiasa menulis resolusi setiap tahunnya. Kalau belum berhasil ya engga apa-apa, setidaknya pernah berusaha punya tujuan hidup lebih baik dalam satu tahun ke depan. Dari sekian banyak resolusi di tahun ini, Alhamdulillah banyak yang tercapai. Mulai dari mengembangkan usaha, travelling, aktif nulis di majalah, nonton Ultra Bali, dan beberapa yang masih on progress, salah satunya : ngeblog!

Saya memasukkan back to blogging ke dalam resolusi di tahun ini. Tujuannya sepele, biar gak kaku nulis dan bisa dibaca banyak orang. Perasaan tulisan di baca orang tuh sejujurnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Waktu masih jadi jurnalis, terus ada teman atau narsum yang kasih kabar, "Putri, aku udah baca tulisan kamu di majalah. Bagus. Aku suka," sejatinya memang priceless gift bagi seorang penulis.

Dulu, jaman masih SMP, saya hobi banget koleksi diary. Diary enggak akan ganti kalau belum penuh. Tapi memang hampir setiap hari saya tulis diary saat itu. Beberapa tahun kemudian kalau saya baca-baca diary itu suka malu sendiri, terus ilfil, dan ujung-ujungnya saya bakar. Malu juga kalau tiba-tiba Bapak Ibu baca dan buka isinya ada nama gebetan-ttm-idola. Hahaha.

Kurang lebih sama dengan blog ini. Sebelum saya memutuskan untuk aktif di blog ini, beberapa postingan yang sekiranya berbau past tense --you know what I mean-- tentu sudah saya amankan sebelumnya. Jadi buat kalian yang baru baca ini, selamat kalian mengikuti tulisan ini era reformasi haha. Selamat menikmati!

xoxo,
Listyan Putri


You Might Also Like

0 comments

Subscribe