Sadar - Disadarkan - Menyadari

August 27, 2013

Beberapa bulan lalu saya sempat berkunjung (sekaligus liputan) pameran lukisan di salah satu galeri seni yang terletak di daerah Kemang. Well, saya memang bukan orang yang 'mencintai betul' apa itu seni, bahkan untuk beranjak kesana saya harus disadarkan oleh teman (atau mungkin panggilan tugas).

Saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai pameran lukisan tersebut. Mungkin lebih tepatnya saya akan mengambil sudut pandang berbeda mengenai apa yang saya temui dan rasakan disana. Entahlah saya termasuk tipikal manusia jenis apa --mungkin melankolik--.

Bertemulah saya dengan sang kurator dari sang pelukis. Saya memanggilnya Magda. Ia banyak bercerita mengenai data diri si pelukis, hingga pada suatu perbincangan akhirnya mengantarkan ia bertanya, "Listyan dulu kuliah ambil apa?".

Saya bilang apa adanya, dan ia begitu antusias mendengar apa yang terjadi dalam hidup saya di (hampir) seperempat abad di dunia ini. Setelah itu, ia berkata, dan menyadarkan saya bahwa saya harus menggunakan sebaik mungkin kemampuan saya. Alasanya, tidak semua orang memiliki kemampuan itu. Ah itu biasa menurut saya, toh banyak teman saya yang mengambil double job seperti saya. Bukan tak memahami apa yang ia utarakan, namun saya masih terlalu sangsi darimana analisis itu didapatkan dan (entah mengapa) saya mendapat energi begitu hebat setelah keluar dari galeri itu.

Dan benar saja, semua kata yang Magda ucapkan terus menghiasi pikiran saya. Terus dan terus. Yang pada akhirnya membuat saya sibuk membuat catatan kecil, review singkat dan melihat checklist di tahun ini. Mungkin harus dengan cara ini kita dapat sadar apa kemampuan kita, apa yang dimiliki, dan seberapa banyak kemampuan itu telah dikeluarkan. Seperti banyak orang lain katakan, terkadang bukan kita yang menyadari kemampuan dalam diri ini, namun orang lain. Bila mereka percaya dengan kemampuan kamu, mengapa kamu tidak percaya dengan kemampuan diri kamu sendiri. Ya seperti itulah kira-kira.

Terimakasih Magda :)


*Tipe Melankolik
Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe Melankolik sekalipun mereka tipe paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri. Tipe Melankolik mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan perangai yang lainnya. Tipe Melankolik cenderung suka murung dan mudah putus. Orang Melankolik dilahirkan sebagai orang pefeksionis, sering meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak tidak melakukan dengan lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka, tetapi jarang dapat menghasilkan sendiri.
Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung (http://jokotingkir.wordpress.com/2008/12/25/4-tipe-manusia-sanguin-kolerik-melankolis-plegmatik/)



You Might Also Like

0 comments

Subscribe